Determinants of Open Defecation in the Community of Kelurahan Tuah Negeri RW 01 Tenayan Raya District, Pekanbaru City in 2022

Determinan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Pada Masyarakat Kelurahan Tuah Negeri RW 01 Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2022

https://doi.org/10.56466/orkes/Vol1.Iss3.58

Authors

  • Fira Nofrizal Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Risa Amalia Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Agus Alamsyah Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Keywords:

Open Defecation, Knowledge, Attitude, Income, Latrine Ownership

Abstract

Open defecation is the act of disposing of human waste or excreta  such as in fields, bushes,beaches, forests, and other open areas and allowed to spread to contaminate the soil, air, and water environment. In terms of environmental health, human waste can be a very important problem. This study aims to determine the determinants of open defecation in the community of Tuah Negeri RW 01, Tenayan Raya District, pekanbaru city. This type of research is quantitative analytic with a cross sectional design. The time of this research is from June-July 2022. The research population namely the Tuah Negeri village community RW 01 amounted to 362 families and the research sample was 125 respondents. The sampling technique is Simple Random Sampling by taking randomly. Data analysis was carried out univariate and bivariate with chi square test (α=0,05). The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0,035<α=0,05), attitude (p=0,000<α=0,05), income (p=0,011<α=0,05), latrine ownership (p=0,000<α=0,05) with open defecation. Variables knowledge, attitudes, income, latrine ownership related to open defecation in the community in RW 01. Cross sectoral collaboration is needed between the Puskesmas and the Tuah Negeri Village and Tenayan Raya Districtin increasing knowledge about the dangers of open defecation and changing the habits of people who defecate openly by providing special education to the community so that open defecation can stop.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnani Hariza. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Muha Medika Yogjakarta.

Anik, M. (2013). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: CV. Trans Info Media.

Anggoro, Fani F,. Koiron, & Prehatin, Trirahayu, N. 2015. “Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Di Kawasan Perkebunan Kopi ( Analysis of Factors Associated with the Use of Toilets At Coffee Plantation Region ). Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1): 171–78. https://jurnal.unej.ac.id.

Anonim Modul. Pembuatan jamban keluarga. (2014) 1–24. http://bapelkescikarang.bppsdmk.kemkes.go.id/kamu/kurmod/pengolahanairlimbah/mi-2b%20modulpembuatanjambankeluarga. diakses 19 Januari 2022.

Alhidayanti, Beny, Y,. & Nuraisyah. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kampar Kiri Hulu Ii Kabupaten Kampar Tahun 2016. Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Riau (online), 23–30. https://repository.unri.ac.id/handle/123456789/9411.

Aulia alfan, Nurjazuli, Darundiati Y, H. (2021). Perilaku buang air besar sembarangan (babs) di desa kamal kecamatan larangan kabupaten brebes. 9, 166–175.

Badan Pusat Statistik. (2021). "Berita Resmi Statistik Pendapatan", https://www.bps.go.id/. Diakses pada 20 Januari 2022 pukul 17.17.

Chandra Budiman. (2015). Pengantar Kesehatan Lingkungan. ed. Widyastuti Palupi. jakarta.

Christianti Engelya Talinusa, Joy A. M Rattu. (2017). Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/23103. diakses 1 September 2022.

Dinas Kesehatan, Profil. 2021. “Profil Kemiskinan Di Provinsi Riau.” (37): 1–11.

Dwiana, A., & Herawaty, L. (2017). Determinan perilaku buang air besar pada masyarakat pesisir di kabupaten Buton Selatan. 33, 273–276.

Erlani, E. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan Tempat Di Desa Bonto Jai Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng. Jurnal sulolipu:media komunikasi sivitas akademika & masyarakat, 19(2), 58–66. https://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/sulolipu/article/view/1220

Hadiati Sukma, Mursid, N. (2018). Hubungan Pengetahuan, Sikap BAB, & Kepemilikan Septic Tank Dengan Status Odf (Open Defecation Free) Di Kecamatan Candisari Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal),6,143–149. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php.jkm/article/view/22169

Hayana, Marlina, H., Kurnia, A. (2018). “Hubungan Karakteristik Individu Dan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarang. Jurnal KesehatanKomunitas,4(1):8–15. https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/195

Husna, H., & Mailane, S. (2018). Analisis Pengetahuan dan Kepemilikan Jamban dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (Studi Kasus di Desa Seumantok Kecamatan Sampoinet Kabupaten Aceh Jaya. Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh, 1(2), 9–17. Retrieved from https://ojs.serambimekkah.ac.id/MaKMA/article/view/813

Indah M, F., Asrinawaty, Noor, A, N., (2018). Analisis kepemilikan jamban sehat pada masyarakat tepi sungai di kota banjarmasin (studi di rt 01 kelurahan alalak utara). Annada-Jurnal Kesehatan Masyarakat, 101–107. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/view/1669/1468

Kemenkes, R. (2014). Kurikulum dan Modul Pelatihan Wirausaha STBM di Indoenesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes (2011) “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat - STBM Di Indonesia.” http://monev.stbm.kemkes.go.id/monev/ (January 23, 2022).

Kemenkes R No. 3 Tahun 2014. Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Maulana (2013). Evaluasi Penyediaan Layanan Kesehatan di daerah Pemekaran Dengan Metode CIPP. Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung

Mundiatun, & Daryanto. (2015). Penegelolaan Kesehatan Lingkungan (S. Agung, ed.). Yogyakarta: Gava Media.

Nina. (2019). Hubungan Pengetahuan , Sarana , Dan Sosial Ekonomi Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan ( BABS ) Pada Masyarakat. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 08(01): 30–39. https://journals.stikim.ac.id/index.php/jikm/article/view/206/153

Novianti Assi, (2017). "Hubungan Karakteristik Individu Dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Desa Aek Goti Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhan Batu Selatan". Skripsi. Kesehatan Masyarakat. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Revisi 201). Jakarta: Rineka Cipta.

Paladiang Ronaldi, DKK.( 2020). Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Kiritana Kecamatan Kambera. Jurnal Keperawatan Komunitas.” 5(1).http://e-journal.unair.ac.id/IJCHN.

Purnomo, Alfan et al. (2019). “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Bebas Buang Air Besar Sembarangan”. Jurnal Purifikasi,19(2).

Rosady, R. (2017). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Sudiadnyana, I. W. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan peran petugas kesehatan dengan perilaku babs di desa kalianget seririt buleleng. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 11(2), 159–164.

Sari, N. P., & ., S. (2021). Kebiasaan Buang Air Besar Semabarangan (BABS) di Desa Tanjung Peranap, Tebing Tinggi Barat. Jurnal Kesehatan. 9(2), 123–131. https://jurkes.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/163.

Susanti, (2019). "Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kebiasaan BABS di Desa Tanjung peranap Wilayah Kerja UPT Puskesmas Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat". Skripsi. Kesehatan Masyarakat. Pekanbaru: STIKes Hang Tuah.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumadi, S. (2013). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Talakua, F., & Rahmawati, Y. (2020). Faktor – Faktor Yang Memengaruh Perilaku Buang Air Besar Sembarang ( BABS ) Pada Masyarakat Di Kampung Wainlabat Wilayah Kerja Puskesmas Segun Kabupaten Sorong. Jurnal Inovasi Kesehatan,1(2) (April), 14–20. http://ojs.stikessorong.ac.id.

Qudsiyah, Dkk. (2015). “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingginya Angka Open Defecation ( OD ) Di Kabupaten Jember ( Studi Di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat). Pustaka Kesehatan, 3(2), 362-369. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/2679.

Wawan, A. (2019). Teori & Pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Widowati, Nilansari N. (2015). Hubungan Karakteristik Pemilik Rumah Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sambung Macan II. Artikel Penelitian. http://eprints.ums.ac.id/33854/. diakses 17 September 2022.

World Health Organization (WHO). 2014. “Drinking Water and Sanitation Progress On.”.http://www.who.int/about/licensing/copyright_form/en/index.html. Diakses pada 29 Januari 2022 pukul 13.17.

Yulda, A., Fajar, N. A., Utama, F., Jaya, L., & Oleh, I. I. (2017). Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Perilaku Puskesmas Tanjung Batu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 8(2), 109–116. http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm.

Downloads

Published

2022-12-28

How to Cite

Nofrizal, F., Amalia, R., & Alamsyah, A. (2022). Determinants of Open Defecation in the Community of Kelurahan Tuah Negeri RW 01 Tenayan Raya District, Pekanbaru City in 2022: Determinan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Pada Masyarakat Kelurahan Tuah Negeri RW 01 Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2022 . Jurnal Olahraga Dan Kesehatan (ORKES), 1(3), 610–624. https://doi.org/10.56466/orkes/Vol1.Iss3.58